Senin, 30 Januari 2012

DOMINASI ITU (TIDAK) INDAH

google image


Siapa yang tak kenal Barcelona Football Club? Semua pecinta sepak bola  di dunia pasti mengenal klub sepak bola asal asal spanyol ini. Tim yang diperkuat bintang lapangan berharga mahal macam Leonel Messi, Xavi Hernandes, dan David Villa ini secara konsisten mempertontonkan permainan cantik khas sepak bola modern. 

Dengan bermain seolah sedang berdansa dengan bola, Barcelona  sepertinya tidak pernah menemui rintangan berat di setiap pertandingan. Barca mampu menggebuk lawan-lawannya bahkan tak jarang dengan skor telak hingga membawa mereka menguasai kompetisi lokal maupun Liga Champions eropa. 

Namun ternyata permainan dan prestasi Barcelona mulai membuat kejenuhan di mata para pecinta sepak bola, benarkah demikian?

Bukti terbaru adalah ketika beberapa waktu lalu gelandang Manchester United, Paul Scholes mengungkapkan kepada media bahwa Barcelona itu membosankan.

"Saya sampai hampir bosan melihat mereka bermain, mereka terlalu bagus," ungkap Scholes kepada The Daily Mail.

"Dulu saya sangat senang melihat permainan Barcelona di akhir pekan, tetapi sekarang hal yang sama terjadi setiap pekan, mereka melibas semuanya, enam atau tujuh gol, Lionel Messi mencetak hat-trick setiap pekan. Saya bosan. Mereka terlalu bagus, saya bosan," tambahnya

Hal ini menjadi bukti bahwa dominasi itu tidak indah.  Mungkin indah bagi mereka yang menjadi pelaku, tapi bagi pengamat dan pecinta sepak bola dominasi itu sama sekali tidak indah.


Bahkan dalam kasus Barca ini, persaingan Barcelona dan Real Madrid yang terlalu bagus sangat sulit diimbangi peserta liga spanyol lainnya sehingga terkesan hanya didominasi dua klub tersebut dan akhirnya masalah ini dituding sebagai penyebab penurunan kualitas kompetisi Liga Spanyol.

“Permainan Barcelona memang indah, tetapi dominasi tidaklah indah”

Bagaimana menurut anda?

Rabu, 04 Januari 2012

Ramai – Ramai pakai Mobil Nasional


Budaya latah tampaknya belum bisa lepas dari bangsa kita, kali ini latah sedang menjangkiti beberapa orang yang punya kedudukan di negeri ini. Kali ini mereka terjangkit latah “mobil nasional” buah tangan anak sekolahan kebanggaan negeri. Diawali oleh seorang walikota solo yang  dengan bangga memakai mobil nasional dengan alasan ingin memberi dukungan agar siswa sekolah kejuruan bisa terpacu untuk terus berkarya menciptakan (atau mungkin lebih tepatnya merakit) mobil nasional. 

Dengan pemberitaan yang semakin mencuat belakangan ini sosok Joko Widodo (walikota solo) makin sering muncul di layar kaca. Mungkin hal ini yang mengundang beberapa tokoh lain untuk berlomba-lomba memesan mobil ini. Beberapa media memberitakan bahwa Politisi Roy Suryo dan bupati Karanganyar sudah “mendeklarasikan” ketertarikannya terhadap mobil ini. Entah mereka benar – benar tertarik memakai buah tangan anak negeri sendiri atau mereka hanya ingin muncul di televisi, saya tidak tahu.

Pada kesempatan kali ini saya juga ingin sedikit berbagi “kebingungan” saya kepada anda tentang mobil ini. Saya sedikit bingung kenapa mobil ini disebut buatan anak sekolah kejuruan sementara pada kenyataannya masih ada campur tangan mekanik dari bengkel professional.  Bahkan konon mesin utama mobil ini masih merupakan mesin bekas yang sedikit dimodifikasi.

Menurut saya masih belum tepat  jika mobil ini disebut buatan esemka, mungkin lebih tepatnya dirakit oleh anak sekolah kejuruan dalam negeri. Pasalnya menurut pemberitaan beberapa media dikabarkan bahwa beberapa  elemen masih mencomot dari mobil yang sudah eksis. Seperti sasisnya yang masih mencangkok Mitsubishi Colt T 120 SS, tahun 2003. Begitupun untuk gearbox yang dimabil dari merek yang sama, yakni Mitsubishi colt T 120 SS.

Menurut saya memang prestasi  anak bangsa kita ini harus kita dukung sepenuhnya agar kita bisa terus berharap suatu saat nanti bangsa kita benar-benar bisa memproduksi mobil  secara utuh tanpa ada embel-embel material impor.  

Masih banyak yang perlu diperhatikan dan disempurnakan, mungkin lebih baik esemka menggandeng pihak swasta nasional yang lebih professional jika ingin memproduksi mobil ini secara masal.

Dan saya juga berpendapat untuk saat ini masih terlalu pagi untuk mendeklarasikan bahwa anak dalam negeri bisa membuat mobil sendiri  apalagi  ditambah pemberitaan di televisi yang saya pikir terlalu berlebihan.

Sekedar opini,,, bagaimana menurut anda?

reff